Harapan Petani Batu Merah Kepada Bupati dan Wakil Bupati Kaur
Kaurpusaka.com | Bengkulu, Kaur- Berbagai macam usaha Petani di desa, seperti; ada berkebun Kopi, Nelayan dan Petani Batu Merah. Khususnya di Desa Padang Binjai Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur, sebahagian penduduknya berusaha petani batu bata merah.

Mereka membeli tanah per Dum trucknya sebesar Rp 300.000,- begitu juga kayu bakar untuk memanggang batu bata yang sudah kering sebesar Rp 300.000-, per mobilnya (L-300). Dari hasil pembuatan batu bata itulah mereka bisa membeli kebutuhan sehari-hari setelah tak bertani.
Produksi batu bata dalam 3 bulan terakhir ini mengalami peningkatan. Dalam sehari satu perajin batu bata bisa membuat lima ratus buah. Proses pembuatan batu bata merah di desa Padang Binjai Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur, rata-rata masih manual baik dalam pencetakan, pemanggangan dan pengasinan tanahanya. Sementara nilai penjualan batu bata merah tidak menetap berkisar Rp 450,- bahkan turun di bawah Rp 400,- perbuahnya.
Hendri yang kesehariannya dipanggil Bak Heru, seorang perajin batu bata, mengatakan, sebagian besar dari 80 perajin batu di desa Kami membeli tanah yang satu Dhum trucknya Rp 300.000,- dan kayu bakar untuk memanggang batu bata yang sudah kering Rp 300.000,- belum ditambah lagi jika memang diperlukan seperti upah cetak Rp 100,- perbuahnya, upah adon tanah Rp 120.000,- perharinya. Sedangkan nilai jual atau Harga batu bata per buah Rp 450," kata dia, kepada Kaurpusaka.com, Minggu (03/7/2021).
Hendri menambahkan, proses pembuatan batu bata memang tidak sulit. Tanah diadon secara manual kemudian dicetak dan dikeringkan selama satu minggu. Batu bata yang kering kemudian dibakar di dalam tungku yang telah disiapkan jika tungku ada namun untuk di desa kami belum ada yang mempunyai tungku melainkan disusun secara manual yang memakan waktu kurang lebih empat hari dengan jumlah buahnya kurang lebih sepuluh ribu buah. Proses pembakaran itu memakan waktu dua hari dua malam.
Selanjuthya Hendri, berharap kepada pemerintah kabupaten Kaur dalam hal ini Bupati dan wakil bupati yang belum lama ini dilantik, kami berharap kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kaur Lismidianto dan Herlian Muchrim, agar dapat memperhatikan kami. Sesuai apa yang saya katakan sebelumnya jika melihat rincian di atas dalam permodalan usaha batu bata merah, sangatlah tipis keuntungannya. Memang betul kami telah mendapat bantuan dari Pusat berupa Bantuan UKM namun kami berharap kiranya bupati dan wakil bupati kaur dapat menganggarkan bantuan daerah berupa tambahan modal usaha selanjutnya dapat menekan harga batu bata ini di atas Rp 500,- perbuahnya. Tuturnya kepada kaurpusaka.com (03/7/2021)
(Yayan)