Skip to main content

Berganti Manajemen, Dipertanyakan. Pembangunan Pengaman Pantai Hili

Kaurpusaka.com | Bengkulu, Kaur- Kondisi cuaca perairan sangat rentan terkena badai dan gelombang yang dapat menggerus garis pantai, sehingga berdampak pada berkurangnya luas daratan serta potensi kerusakan infrastruktur pesisir pantai.

Wisata

Kabupaten kaur tepatnya di Pantai Hili, saat ini sedang pembuatan bangunan pengaman pantai. Bertindak pelaksana dalam pembangunan ini adalah PT Machasa Valentino Perkasa yang menelan dana sebesar Rp 5.979.360.000 (lima milyar sembilan ratus tujuh puluh sembilan juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah).

Wisata

Dalam beberapa Minggu sempat menjadi sorotan publik, dikarenakan proyek  pembuatan bangunan pengaman pantai tersebut sempat terhenti.

Dari pantau Ormas dan awak media pada hari Kamis tanggal 29 Juli 2021, tidak seorangpun pihak manajemen PT Machasa Valentino berada di lokasi pembuatan beton tahu. Informasi didapat dari masyarakat sekitar pembangunan pengaman pantai menuturkan kepada awak media bahwa proyek tersebut sudah kurang lebih satu Minggu tidak bekerja sekalipun alasannya mereka tidak tau. Hanya saja nampak dari pantauan terlihat kulit semen bermerek semen merah putih berserakan serta pasir bercampur krokos yang kurang bersih. Yang menjadi kekuatiran Masyarakat, ditakutkan bahan material tersebut dijadikan pembuatan beton tahu.

Ketua DPC LSM Lippan Jaya Kabupaten Kaur Asep Rianto, saat itu memberikan tanggapan atas temuan tersebut. Dalam penyampaiannya mengatakan, hal ini perlu diperjelas oleh pihak manajemen PT Machasa Valentino terkait material yang tidak masuk standar, karena kualitas batu beton tahu dipertanyakan. Lain waktu kami perlu untuk bertemu kepada pihak manajemen PT Machasa Valentino, Kamis, (29/07/2021).

Sesuai stagmen ketua DPC LSM Lippan Jaya Kabupaten Kaur untuk berkunjung kembali ke lokasi pembangunan pengaman pantai terkait isu terhentinya pekerjaan pelaksanaan proyek tersebut, maka tepatnya hari Senin (09/08/2021) bersama awak media langsung melakukan investigasi ke lokasi.

Dari pantauan terlihat tumpukan material yang baru saja sampai dan para pekerja lagi sibuk proses pembuatan batu beton tahu.

Banyak hal yang didapat dari hasil investigasi ini. Yang menarik adalah bahwa terhentinya pekerjaan pada beberapa Minggu yang lalu dikarenakan terjadinya peralihan manajemen pelaksana dalam pembangunan pengaman pantai. Dalam artian yang mengerjakan proyek tersebut sudah berganti manajemen yang baru. Tidak itu saja, pihak manajemen yang baru juga menjelaskan dan membenarkan bahwa material pasir bercampur koral/krokos adalah milik manajemen yang lama termasuk ukuran beton tahu yakni 80 cm x 110 cm.

Pelaksana Lapangan (JS) Apen, menjelaskan kepada awak media dan ormas. Dalam penjelasannya mengatakan, sebenarnya terhentinya pekerjaan itu dikarenakan ganti manajemen. Kalau dahulu dari Medan sekarang kita dari lokal pengelolanya yakni dari Manna (Bengkulu selatan), PT-nya tetap masih yang itulah. Kata pelaksana lapangan Apen, Senin (09/08/2021).

Lanjut Apen menerangkan material yang tidak masuk standar menjelskan, material itu masuk saat tidak kerja dan itu, jika dipakai akan kami saring dulu. Itu punya manajemen yang dulu, soal terpakai apa belum saya masih dalam kemungkinan. Batu beton tahu yang sudah dibuat oleh manajemen yang lama, kurang lebih 300 buah, tutup Apen.

Dengan terjadinya peralihan manajemen ini, membuat publik bertanya-tanya dibalik pergantian tersebut baik kualitas dari pekerjaan atau ada hal lain. Lebih-lebih batu beton tahu yang sudah dicetak, sudah banyak. Untuk pastinya, publik berharap kepada aparat penegak hukum di kabupaten kaur, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan pengaman pantai hili tersebut. Apalagi ini sudah menimbulkan pertanyaan publik, dikarenakan proyek masih jauh dari selesai atau dalam pertengahan perjalanan, terjadi pergantian manajemen pelaksana yang baru. Ada apa yang lama...?

Terjadinya erosi dan abrasi pantai yang diakibatkan oleh aktifitas gelombang merupakan permasalahan yang utama di daerah pesisir pantai. Salah satu
metode penanggulangan erosi pantai adalah penggunaan struktur pelindung pantai, dimana struktur tersebut berfungsi sebagai peredam energi gelombang (absorbver) pada lokasi pesisir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan struktur pengaman pantai yang berfungsi untuk memecahkan, merefleksikan dan menyerap energi gelombang. Salah satu cara yaitu dengan menggunakan konstruksi pengaman pantai yang terbuat dari struktur material alam dan buatan dalam bentuk konstruksi revetment.

Revetment atau seawalls merupakan struktur yang digunakan untuk melindungi struktur pantai dari bahaya erosi dan gelombang kecil. Revetment atau seawalls direncanakan pada sepanjang garis pantai yang diprediksikan mengalami abrasi yang dimaksudkan untuk melindungi pantai dan daerah dibelakangnya dari serangan gelombang yang dapat mengakibatkan abrasi dan limpasan gelombang. Struktur revetment menggunakan Tetrapod secara konstruktif dirancang dan disusun sedemikian rupa sehingga struktur satu sama lainnya saling mengikat sehingga stabilitas dapat menyatu dan kuat menahan energi gelombang laut.

(Yayan)